Sep 07
sativandrarenungan
wanita itu bukan tercipta dari tulang kepala,
karena bahaya jika ia selalu mendapat sanjung dan pujian
wanita tidak pula tercipta dari tulang kaki,
karena sifat lembutnya yang membuatnya
tak kuat untuk terinjak-injak
tetapi wanita tercipta dari tulang rusuk,
dekat dengan hati untuk di sayangi,
dekat dengan lengan untuk di lindungi,
Aug 31
sativandrarenungan khilaf, maaf, ramadhan, renungan, sifat kepiting
Manusia biasa disebut makhluk paling sempurna diantara makhluk2 ciptaanNya. tapi jikalau kita renung2 kan, banyak hal yang bisa terus dipelajari oleh manusia dengan mengunduh sifat2 binatang yang hanya memiliki naluri dalam pelaksanaan hidupnya. Berikut ada sebuah renungan tentang Kepiting :
Mungkin banyak yang tahu wujud kepiting, tapi tidak banyak yang tahu sifat
kepiting.
Semoga Anda tidak memiliki sifat kepiting yang dengki.
Di Filipina, masyarakat pedesaan gemar sekali menangkap dan memakan kepiting sawah. Kepiting itu ukurannya kecil namun rasanya cukup lezat. Kepiting-kepiting itu dengan mudah ditangkap di malam hari, lalu dimasukkan ke dalam baskom/wadah, tanpa diikat.
Keesokkan harinya, kepiting-kepiting ini akan direbus dan lalu disantap untuk lauk selama beberapa hari.
Yang paling menarik dari kebiasaan ini, kepiting-kepiting itu akan selalu berusaha untuk keluar dari baskom, sekuat tenaga mereka, dengan menggunakan capit-capitnya yang kuat.
Namun seorang penangkap kepiting yang handal selalu tenang meskipun hasil buruannya selalu berusaha meloloskan diri. Resepnya hanya satu, yaitu si pemburu tahu betul sifat si kepiting.
“Bila ada seekor kepiting yang hampir meloloskan diri keluar dari baskom, teman-temannya pasti akan menariknya lagi kembali ke dasar”.
Jika ada lagi yang naik dengan cepat ke mulut baskom, lagi-lagi temannya
akan menariknya turun. dan begitu seterusnya sampai akhirnya tidak ada yang berhasil keluar.
Keesokan harinya sang pemburu tinggal merebus mereka semua dan matilah sekawanan kepiting yang dengki itu.
Begitu pula dalam kehidupan ini. tanpa sadar kita juga terkadang menjadi
seperti kepiting-kepiting itu.
Yang seharusnya bergembira jika teman atau saudara kita mengalami kesuksesan
kita malahan mencurigai, “jangan-jangan kesuksesan itu diraih dengan jalan yang nggak bener”.
Menurut beberapa pakar psikologi, pertanda seseorang adalah ‘kepiting’:
1. Selalu mengingat kesalahan pihak luar (bisa orang lain atau situasi) yang
sudah lampau dan menjadikannya suatu prinsip/pedoman dalam bertindak
2. Cuma bisa mengkritik tanpa memperbaiki dirinya sendiri
3. Hobi membicarakan kelemahan orang lain tapi tidak mengetahui kelemahan
dirinya sendiri
sehingga ia hanya sibuk menarik kepiting-kepiting yang akan keluar dari
baskom dan melupakan usaha pelolosan dirinya sendiri. ..Seharusnya kepiting-kepiting itu
tolong-menolong keluar dari baskom, namun yah. dibutuhkan jiwa yang besar untuk melakukannya.
munkin kita bisa renungkan berapa waktu yang Anda pakai untuk memikirkan cara-cara
menjadi pemenang.
Dalam kehidupan sosial, bisnis, sekolah, atau agama. Dan gantilah waktu itu
untuk memikirkan cara-cara pengembangan diri Anda menjadi pribadi yang sehat dan sukses.
Betapa pun banyaknya kucing berkelahi, selalu saja banyak anak kucing lahir.
(Abraham Lincoln)
Semoga kita kita dijauhkan dari sifat dengki para kepiting2 itu dan bisa menjadi pemenang sesungguhnya dalam kehidupan ini aminn…,
Selamat menjalankan ibadah puasa, semoga ramadhan kali ini penuh makna